Ubuntu

Panduan praktis, dari terminal ke catatan.

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ubuntu
ARTIKEL TERBARU

VPS Pertama: Setup Ubuntu dan Hardening SSH dari Nol

Kenapa VPS baru tidak boleh langsung dipakai VPS yang baru aktif biasanya datang dengan login root dan password. Kombinasi ini adalah target paling empuk di internet: bot pemindai port 22 bekerja 24 jam mencoba ribuan password umum. Anda mungkin tidak sadar server Anda sedang dicoba ditembus terus-menerus, karena percobaan itu tidak pernah berhenti. Hardening di sini bukan soal paranoia. Ini empat langkah dasar yang sekali jalan, berlaku seterusnya: ganti root dengan user biasa, matikan login password, tutup port yang tidak perlu, dan blokir otomatis IP yang nekat menebak-nebak. Total waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit. Satu aturan emas sebelum mulai: jangan tutup sesi SSH yang sedang aktif sampai Anda berhasil login lewat cara baru di terminal kedua. Kalau ada yang salah ketik, sesi lama itu jalan keluar Anda. Langkah 0: Perbarui sistem Login pertama sebagai root, lalu perbarui daftar paket dan paket yang terpasang: apt update && apt upgrade -y Perintah ini memasti...
M. Revan Apriyandi
ARTIKEL TERBARU

Docker Compose untuk Self-Hosting dari Nol

Kenapa Docker Compose, Bukan docker run Panjang Waktu pertama kali saya self-hosting, tiap layanan dijalankan dengan satu perintah docker run yang panjang: port, volume, environment, restart policy, semua dijejalkan dalam satu baris. Begitu server restart atau saya lupa perintahnya, layanan itu hilang dan saya lupa cara mengembalikannya. Docker Compose menyelesaikan masalah itu. Seluruh konfigurasi layanan ditulis di satu file YAML, docker-compose.yml . Mau menyalakan ulang, memindahkan ke server lain, atau menambah layanan baru, semuanya tinggal edit file itu lalu jalankan satu perintah. File ini juga jadi dokumentasi: enam bulan kemudian, Anda masih bisa melihat persis bagaimana layanan itu dulu dipasang. Satu catatan penting: perintah docker-compose (dengan tanda hubung, versi 1) sudah digantikan docker compose (tanpa tanda hubung, versi 2) yang terpasang sebagai plugin resmi Docker. Tutorial lama yang masih memakai docker-compose bisa diikuti, tapi sebaiknya pakai bentuk bar...
M. Revan Apriyandi
ARTIKEL TERBARU

Audit Keamanan VPS: Periksa Port, User, dan Update Otomatis

VPS yang baru dibeli biasanya langsung dipakai deploy aplikasi, lalu dilupakan. Padahal dalam hitungan jam, alamat IP VPS sudah mulai dipindai bot dari seluruh dunia. Mereka tidak menargetkan Anda secara khusus — mereka memindai semua orang, mencari port terbuka, password lemah, dan paket yang belum di-patch. Audit berkala adalah cara termurah untuk menutup celah itu. Anda tidak butuh tool mahal. Tiga pemeriksaan di bawah ini cukup dilakukan sebulan sekali, dan semuanya bisa selesai dalam 15 menit. 1. Periksa port yang terbuka Port yang terbuka adalah pintu masuk. Setiap port yang listen berarti ada layanan yang bisa diajak bicara dari luar. Prinsipnya sederhana: kalau tidak dipakai, tutup. Lihat dulu apa saja yang sedang listen di server Anda: sudo ss -tulpn Outputnya menunjukkan protokol (TCP/UDP), alamat, port, dan proses pemiliknya. Yang perlu diperhatikan: Port yang listen di 0.0.0.0 atau * berarti bisa diakses dari internet. Wajar untuk 80 (HTTP) dan 443 (HTTPS) kalau se...
M. Revan Apriyandi